This deviant's full pageview
graph is unavailable.
Member
I am a Deviously Deviant
thoya09876
Male/Unknown
Why I Am Here
No reason given yet
Last Visit: 88 weeks ago
thoya rahmat
Art Zone
Personal Zone
Misc. Zone
This is the place where you can personalize your profile!
But, how?
By moving, adding and personalizing widgets.
You can drag and drop to rearrange.
You can edit widgets to customize them.
The bottom has widgets you can add!
Some widgets you can only access when you get a premium membership.
Some widgets have options that are only available when you get a premium membership.
We've split the page into zones!
Certain widgets can only be added to certain zones.
"Why," you ask? Because we want profile pages to have freedom of customization, but also to have some consistency. This way, when anyone visits a deviant, they know they can always find the art in the top left, and personal info in the top right.
Don't forget, restraints can bring out the creativity in you!
Now go forth and astound us all with your devious profiles!
Bapakku pernah bilang : "Nak, bapak tidak pernah memberi makan makanan haram Engkau bersaudara dari kakakmu yang sulung hingga kamu yang bungsu. Dari dulu hingga pada hari ini"
Bapakku juga pernah bilang : "Nak, tidak ada sawah, tidak ada tanah dan tidak ada perusahaan Yang dapat kuwariskan kepadamu, kecuali itu" (dia menunjuk buku-bukunya waktu kuliah yang telah menguning dan berdebu)
Wahai bapakku, terimakasih telah memberi makan kami yang halal Sehingga jiwa perlawanan dari sulbi para leluhur mengalir deras Untuk berkata "TIDAK" pada penindasan
Jika leluhur mesti mengarungi lautan dan bertempur Untuk mengusir penjajah dari tanah seberang Maka saya menyusur tanah menyeberangi laut Untuk membangkitkan perlawanan Terhadap penindas dari bangsa sendiri dan tanah seberang
Memang bapakku cuma guru yang gajinya selalu dipotong Hidup dalam tekanan penindasan dan dipaksa bertahan Dan tidak menganjurkan perlawanan Tapi kejujurannya telah melahirkan spirit perlawanan Dalam diriku. Izinkan aku berkata : "Bapak, salah mu sendiri, mengapa kau tidak mengajariku korup dengan memberi kami makan dari makanan haram? Bapak, jangan salahkan aku jika memberontak terhadap tirani, itu gara-gara engkau tidak memberi anak-anakmu makanan haram" Bapak, ketahuilah, dizaman ini tidak cukup dengan sekedar tidak meniru prilaku orang zalim. Hari ini kita harus kibarkan bendera perang kepada mereka. Seperti yang dilakukan leluhur kita dahulu.